
Suasana semarak nobar (nonton bareng) pertandingan Persib Bandung vs Persija Jakarta di sejumlah titik di Kota Depok berujung kericuhan antara kelompok suporter kedua tim. Insiden ini terjadi pada malam pertandingan, setelah tensi rivalitas tinggi antara Bobotoh dan Jakmania tidak lagi terkendali.
Kericuhan awalnya dipicu oleh cekcok verbal antara dua kelompok suporter yang sedang menonton pertandingan di lokasi berbeda. Ketegangan semakin memuncak ketika beberapa anggota suporter mencoba mendekati wilayah kelompok lawan, sehingga terjadi dorong-dorongan dan lemparan benda kecil.
Respons Polisi dan Aparat Keamanan
Polisi setempat langsung melakukan pengamanan dan mediasi untuk meredakan situasi. Beberapa anggota kepolisian menggunakan barikade dan patroli mobil untuk memisahkan kedua kelompok suporter. Aparat juga mengimbau masyarakat dan penonton nobar agar tetap tenang dan menjauhi lokasi bentrok.
“Kami telah menurunkan petugas untuk memastikan keamanan masyarakat. Suporter yang terlibat kericuhan sudah diamankan sementara untuk diambil keterangan,” ujar Kapolsek Depok.
Beberapa saksi menyebut, kericuhan berlangsung selama sekitar 30 menit, sebelum aparat berhasil menenangkan situasi. Tidak ada korban jiwa, namun beberapa suporter mengalami luka ringan akibat lemparan benda dan dorongan fisik.
Analisis Penyebab Bentrok Persib
Rivalitas antara Persib Bandung dan Persija Jakarta memang sudah dikenal tinggi, terutama saat menghadapi pertandingan besar. Kericuhan kali ini menunjukkan bahwa emosi suporter dapat meningkat drastis ketika pertandingan berlangsung, terutama saat nobar di lokasi publik tanpa pengawasan ketat.
Selain faktor rivalitas, penggunaan media sosial yang menyulut provokasi juga disebut sebagai pemicu awal ketegangan. Beberapa komentar provokatif diduga memancing aksi fisik antar kelompok suporter.
Upaya Penanganan dan Pencegahan
Pihak kepolisian dan pemerintah daerah berencana meningkatkan pengawasan di lokasi nobar berikutnya. Petugas Tuna55 keamanan akan memetakan titik-titik rawan bentrok, menyiapkan barikade, dan mengatur jalur keluar-masuk agar kerumunan suporter lebih terkendali.
Selain itu, pihak klub dan komunitas suporter diimbau untuk menjaga sportifitas, saling menghormati, dan tidak terpancing provokasi, agar suasana pertandingan tetap aman dan menyenangkan bagi semua pihak.
Pesan untuk Suporter
Insiden ini menjadi pengingat bahwa rivalitas dalam sepak bola harus dijaga dalam batas wajar. Nobar seharusnya menjadi ajang menikmati pertandingan bersama, bukan ajang adu fisik. Polisi juga menegaskan bahwa setiap tindakan anarkis akan ditindak tegas sesuai hukum, termasuk sanksi pidana bagi pelaku yang merugikan orang lain.
Dengan pengawasan yang lebih ketat dan kesadaran suporter, diharapkan pertandingan Persib vs Persija berikutnya dapat berlangsung aman, tanpa insiden bentrok yang membahayakan.