You are currently viewing “Golden” Cetak Sejarah sebagai Lagu K-Pop Pertama yang Menang Grammy

“Golden” Cetak Sejarah sebagai Lagu K-Pop Pertama yang Menang Grammy

Industri musik global kembali mencatatkan momen bersejarah. Lagu “Golden” dari film animasi KPop Demon Hunters resmi menjadi lagu K-Pop pertama yang berhasil memenangkan penghargaan Grammy. Prestasi ini bukan hanya menjadi kemenangan bagi para pencipta dan penyanyinya, tetapi juga menandai pengakuan baru terhadap pengaruh K-Pop dalam lanskap musik dunia.

Penghargaan tersebut diraih pada ajang Grammy Awards di Los Angeles, tepatnya dalam kategori Best Song Written for Visual Media yang diumumkan pada sesi awal (pre-Grammy). Lagu “Golden” dibawakan oleh grup fiksi HUNTR/X, dengan vokal yang diisi oleh EJAE, Audrey Nuna, dan REI AMI. Meski berasal dari film animasi dan dibawakan oleh grup fiksi, kualitas musikalitas serta kekuatan emosional lagu ini mampu bersaing dengan karya-karya musisi papan atas dunia.

Pada Grammy tahun ini, “Golden” tampil sangat kuat dengan empat nominasi bergengsi, yakni Song of the Year, Best Pop Duo/Group Performance, Best Remixed Recording, serta Best Song Written for Visual Media—kategori yang akhirnya berhasil mereka menangkan. Jumlah nominasi tersebut menjadi bukti bahwa “Golden” tidak hanya sukses secara komersial, tetapi juga diakui secara artistik oleh industri musik internasional.

Film KPop Demon Hunters sendiri dirilis pada Juni tahun lalu dan dengan cepat menjelma menjadi fenomena budaya global. Diproduksi oleh Sony Pictures Animation dan dirilis secara eksklusif melalui Netflix, film ini mencetak rekor sebagai film paling banyak ditonton sepanjang masa di platform tersebut, dengan lebih dari 480 juta penayangan. Angka fantastis ini memperlihatkan betapa kuatnya daya tarik kombinasi cerita animasi, budaya K-Pop, dan musik yang catchy bagi penonton lintas negara.

K-Pop Demon Hunters Meraih Pencapaian Luar Biasa

Tak hanya filmnya yang sukses, soundtrack KPop Demon Hunters juga meraih pencapaian luar biasa. Album ini berhasil menembus puncak Billboard, menjadikannya soundtrack pertama sejak “Encanto” (2022) yang mampu meraih prestasi serupa. Lagu-lagu di dalamnya, termasuk “Golden”, dengan cepat viral di media sosial dan platform streaming, memperkuat posisi film ini sebagai ikon kultur pop terbaru.

Dalam kategori Best Song Written for Visual Media, “Golden” harus bersaing dengan sejumlah nama besar. Lagu ini berhasil mengalahkan nominasi lain seperti “As Alive As You Need Me To Be” dari Nine Inch Nails, “Never Too Late” dari Elton John dan Brandi Carlile, hingga “Sinners” karya Leonard Denisenko, Rodarius Green, dan Travis. Kemenangan ini semakin terasa spesial karena “Golden” datang dari proyek animasi dan K-Pop, genre yang sebelumnya jarang mendapat sorotan utama di kategori ini.

Para penulis lagu “Golden”, yakni EJAE, Park Hong Jun, Joong Gyu Kwak, Yu Han Lee, Hee Dong Nam, Jeong Hoon Seo, dan Mark Sonnenblick, turut hadir secara langsung untuk menerima penghargaan tersebut pada acara pre-Grammy, sebelum seremoni utama disiarkan secara langsung. Kehadiran mereka menegaskan bahwa kemenangan ini adalah hasil kolaborasi lintas budaya dan disiplin, dari Korea hingga Amerika Serikat.

Kemenangan “Golden” di Grammy bukan sekadar piala, melainkan simbol perubahan. Ia menunjukkan bahwa K-Pop kini tidak lagi dipandang sebagai genre niche, melainkan sebagai bagian penting dari arus utama musik global. Dengan pencapaian ini, “Golden” membuka jalan bagi karya-karya K-Pop lainnya untuk bersaing dan diakui di panggung penghargaan musik paling prestisius di dunia. Tuna55

Leave a Reply