
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) membantah isu yang menyebutkan adanya pembatalan liburan wisatawan
asing akibat maraknya aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut. Pemprov menegaskan bahwa informasi tersebut tidak
berdasar dan berpotensi merugikan citra pariwisata NTB yang tengah bangkit pascapandemi.
Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya kabar di media sosial dan sejumlah platform daring yang mengaitkan
aktivitas tambang ilegal dengan menurunnya minat wisatawan mancanegara berkunjung ke NTB.
Pariwisata NTB Tetap Berjalan Normal
Pemprov NTB menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan resmi dari pelaku industri pariwisata maupun perwakilan
wisatawan asing terkait pembatalan perjalanan akibat isu tambang ilegal. Aktivitas pariwisata di destinasi unggulan seperti Lombok,
Mandalika, dan Sumbawa disebut tetap berjalan normal.
“Itu tidak benar jika dikatakan turis asing membatalkan liburan ke dikarena tambang ilegal. Kunjungan wisatawan masih
sesuai dengan target dan jadwal yang telah direncanakan,” ujar perwakilan Pemprov .
Penanganan Tambang Ilegal Tetap Berjalan
Meski membantah isu tersebut, Pemprov NTB mengakui bahwa tambang ilegal memang menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Penertiban dan penegakan hukum terus dilakukan bekerja sama dengan aparat kepolisian dan instansi terkait.
Pemprov menegaskan bahwa lokasi tambang ilegal yang ditertibkan tidak berada di kawasan wisata utama, sehingga tidak
mengganggu kenyamanan maupun keamanan wisatawan. Langkah-langkah preventif juga terus diperkuat untuk memastikan aktivitas ilegal tidak meluas.
Jaga Citra Daerah
Pemerintah daerah menilai penyebaran isu yang tidak terverifikasi berpotensi merusak citra sebagai destinasi wisata unggulan
nasional dan internasional. Oleh karena itu, Pemprov mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak mudah menyebarkan
informasi yang belum jelas kebenarannya.
Pemprov juga aktif melakukan komunikasi dengan pelaku industri pariwisata, asosiasi hotel, dan agen perjalanan guna
memastikan informasi yang disampaikan kepada wisatawan bersifat akurat dan menenangkan.
Respons Pelaku Pariwisata
Pelaku industri pariwisata di turut menyatakan bahwa tingkat hunian hotel dan aktivitas wisata masih stabil. Sejumlah agenda
wisata dan event internasional tetap berjalan sesuai rencana tanpa adanya pembatalan dari wisatawan mancanegara.
Pelaku usaha berharap isu-isu negatif dapat segera diluruskan agar tidak menimbulkan persepsi keliru di pasar global, terutama
di tengah upaya promosi pariwisata Tuna55 ke berbagai negara.
Komitmen Pemerintah Daerah
Pemprov NTB menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan, penegakan hukum,
dan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Setiap potensi gangguan terhadap sektor pariwisata akan ditangani secara cepat dan transparan.
Pemerintah daerah mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga reputasi NTB sebagai destinasi yang aman, nyaman,
dan ramah bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.