
Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan signifikan.
Dalam kurun waktu enam jam, tercatat terjadi 30 kali erupsi, memicu kewaspadaan tinggi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi (PVMBG) serta pemerintah daerah.
Letusan-letusan tersebut terjadi secara beruntun sejak pagi hingga siang hari, dengan tinggi kolom abu bervariasi dan arah sebaran
mengikuti arah angin. Warga di sejumlah desa sekitar lereng Semeru diminta untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas.
Detail Aktivitas Vulkanik
Berdasarkan laporan pos pengamatan Gunung Semeru, puluhan erupsi tersebut memuntahkan kolom abu berwarna kelabu hingga
cokelat dengan ketinggian ratusan meter di atas puncak. Selain abu, beberapa letusan juga disertai suara gemuruh dan lontaran
material pijar ke arah aliran sungai di sekitar gunung.
Petugas mencatat, erupsi yang terjadi dalam periode enam jam ini menunjukkan pola yang intens, meski sebagian besar masih
berada dalam kategori erupsi skala kecil hingga sedang.
Status Gunung Semeru dan Imbauan PVMBG
Saat ini, status Gunung Semeru berada pada Level III (Siaga). PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas
apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak, karena berpotensi terjadi awan panas
guguran dan aliran lava pijar.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menjaga jarak minimal 500 meter dari tepi sungai yang berhulu di puncak Semeru,
serta mewaspadai potensi hujan abu dan aliran lahar jika turun hujan lebat.
Respons Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Lumajang telah mengaktifkan posko siaga bencana dan meningkatkan patroli di wilayah rawan terdampak.
Aparat Tuna55 gabungan TNI-Polri dan relawan kebencanaan juga disiagakan untuk membantu proses evakuasi jika kondisi memburuk.
“Kami terus memantau perkembangan aktivitas Semeru. Warga diminta tidak panik, tetapi tetap waspada dan siap mengikuti arahan petugas,” ujar salah satu pejabat BPBD Lumajang.
Kesiapsiagaan Warga
Warga di sekitar lereng Semeru mulai meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyiapkan masker, perlengkapan darurat, dan memantau informasi resmi dari pemerintah. Sejumlah sekolah dan fasilitas umum juga telah menyiapkan skema darurat jika sewaktu-waktu diperlukan penutupan sementara.
Pentingnya Mengikuti Informasi Resmi
PVMBG mengingatkan masyarakat untuk tidak mempercayai informasi yang tidak bersumber dari instansi resmi. Aktivitas Gunung Semeru bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga pemantauan dan kepatuhan terhadap rekomendasi sangat penting untuk keselamatan bersama.
Dengan intensitas erupsi yang meningkat, seluruh pihak diminta untuk tetap siaga, mematuhi radius aman, dan selalu mengikuti perkembangan terkini demi menghindari risiko bencana yang tidak diinginkan.